Para mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dari Semester V sedang mendapatkan penjelasan langsung dari Faimarinat S.Inabuy, PhD, Ketua Lab Biokesmas Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pengajar Pasca Sarjana Program Biologi di Universitas Udayana tentang Pengenalan dan Prinsip Kerja Alat Laboratorium (Tim Dokumentasi Tour the Lab)
LEKO NTT-Belajar dari pandemi COVID-19 Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokesmas) Provinsi Nusa Tenggara Timur bertekad mengembangkan kemampuan penggunaan laboratorium biomolekuler di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Inovasi terbaru kali ini muncul lewat Program Pengenalan Laboratorium
Biomolekuler bertajuk “Tour the Lab” yang menyajikan materi dasar pengenalan laboratorium kepada para mahasiswa.
“Ini cara kita untuk terus mensosialisasikan pentingnya Laboratorium Biomolekuler di Nusa Tenggara Timur. Pada tahap awal, terdapat dua kampus yang sudah terlibat antara lain: Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira, dan berikutnya dari Universitas Kristen Artha Wacana, ujar Faimarinat S.Inabuy, PhD dalam keterangan pers yang diterima redaksi, pada 21 Oktober 2022.
Lanjut Fima "Kami berharap dengan cara ini pengetahuan dan
imajinasi soal kegunaan biomolekuler di Nusa Tenggara Timur mendapatkan
kaki-kaki baru lewat mahasiswa.”
Program ini hadir
untuk mendukung perwujudan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) terkhususnya bagi para
mahasiswa di Nusa Tenggara Timur. Melalui program ini mahasiswa dapat
memperoleh kesempatan untuk melihat lebih dekat kegiatan riset sains, merasakan
atmosfer bekerja di laboratorium serta dapat berinteraksi dan berdiskusi dengan
para peneliti terkait topik terkini. Topik aktual itu seperti: rekayasa
genetika, kloning, deoxyribonucleic acid
atau DNA forensik, tanaman transgenik dan sebagainya.
Terkait
program ini, Laboratorium Biokesmas membuka pintu kolaborasi dengan
berbagai universitas baik negeri maupun swasta. Selasa, 18 Oktober 2022 telah
dilaksanakan pertemuan pertama “Tour The Lab” gelombang I yang
diikuti oleh Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana. Hadir 22 mahasiswa
semester V dan dosen pengampuh matakuliah Bioteknologi Pertanian.
Dalam
pertemuan pertama, para mahasiswa belajar mengenai Lab Biosafety and Biosecurity serta pengenalan alat-alat laboratorium
yang umumnya ada dan digunakan di sebuah laboratorium molekuler. Pengenalan ini
perlu untuk dipelajari dan dipahami oleh para praktikan maupun peneliti sebelum
melaksakan sebuah riset sains di laboratorium.
“Saya angkatan corona jadi kuliah online,
yang mana kami sangat terlambat untuk mengenal pelajaran-pelajaran dasar
seperti ini. Kami menyukai fun learning yang diberikan kakak-kakak yang
inovatif, misalnya soal penggunaan mikropipet,” ujar Siti Nuraini mahasiswi
Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana.
Sry
Widinugraheni, SP, M.Sc, menggapresiasi penyelengaraan kegiatan Tour the Lab. Menurutnya, melalui
pelibatan ini para mahasiswa mendapatkan pengetahuan berharga dalam proses
belajarnya.
“Layanan
yang diberikan di Lab Biokesmas Nusa Tenggara Timur sangat baik dan memberikan
pengalaman yang berharga bagi mahasiswa kami, dan kami berharap agar kolaborasi
ini semakin ditingkatkan,” ujar dosen pengampuh mata kuliah Bioteknologi Pertanian
Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana itu.
Sementara
itu, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc. melalui pesan
singkatnya mengucapkan terimakasih atas dukungan dan pembelajaran yang
diberikan kepada mahasiswa Universitas Nusa Cendana.
Science Butuh Praktek, karena Bukan Sastra
Pertemuan dengan Rektor UKAW, Dr. Ayub Urbanus Imanuel Meko, M.Si. di ruang rektorat, Jumat 21 Oktober 2022 (Tim Dokumentasi Tour the Lab) |
Tiga hari kemudian, rombongan mahasiswa dari Program Studi Bologi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Katolik Widya Mandira juga terlibat dalam Tour
the Lab, pada 21 Oktober
2022,
Karin Pea mahasiswi Semester III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Biologi Universitas Katolik Widya Mandira, mengatakan;
"Saya penasaran, karena sarana prasarana di lab kami itu kurang. Otomatis yang kami tau ya itu-itu saja. Saat pertama kali zoom itu dijelaskan mengenai PCR atau polymerase chain reaction, RNA atau ribonukleat acid dan DNA atau deoxyribonucleic acid."
Mahasiswi yang becita-cita menjadi laboran nanti menimpali bahwa, "kami hanya pernah dapat materi di Sekolah Menengah Atas dan kuliah baru beberapa kali saja. Itu membuat saya penasaran bagaimana orang mengoperasikan PCR atau polymerase chain reaction.”
Dalam
pertemuan terpisah dengan Rektor Universitas Kristen Artha Wacana, Dr. Ayub
Urbanus Imanuel Meko, M.Si, tim Lab Biokesmas mendapatkan dukungan terhadap
kegiatan yang sementara dilaksanakan.
“Saya
selalu bilang, kita ini scientist, bukan sastra, dan butuh mengerti
secara detil lewat kerja laboratorium, dan saya mendukung kerjasama ini,” tutur
Dr. Ayub beberapa kali sebagai tanda penekanan.(AM/LekoNTT)
0 Response to "Tour the Lab, Laboratorium Biokesmas Nusa Tenggara Timur: Science butuh Praktek karena Bukan Sastra"
Posting Komentar