Vaksinasi COVID-19 bagi siswa-siswi SDN Ekafalo - TTU. (Foto: Maria Y. Sila)
Insana-TTU, LekoNTT.com – Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Oelolok, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara kembali melakukan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak. Bertempat di Aula SDN Ekafalo, sebanyak 149 siswa divaksinasi Covid-19 dosis 1 pada Selasa (8/3) lalu. Terdapat dua jenis vaksin yang disuntikkan yaitu Sinovac untuk siswa usia 6 – 11 tahun, dan Pfizer untuk siswa yang berusia 12 tahun ke atas.
Pantauan Jurnalis Warga (JW) Leko
NTT, para siswa didampingi langsung oleh orang tua masing-masing untuk memudahkan
konsultasi kesehatan. Selain itu, beberapa guru pun turut hadir dan memperlancar
urusan administrasi.
Sebelum vaksinasi dilakukan, para nakes memberi arahan terkait kriteria
anak-anak yang tidak boleh divaksinasi. Vaksinasi ini hanya diberikan kepada
siswa yang tidak memiliki gangguan kesehatan seperti asma, sesak napas, alergi
makanan, luka berat, dan penyakit lainnya. Antusiasme
para siswa untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi, mereka bahkan masih sempat
bermain setelah divaksinasi.
Seorang siswi yang usai divaksinasi tengah bermain bersama
teman-temannya. Ia mengakui, sakit yang dialami hanya saat jarum disuntikkan. “Sakit
[saat] suntik saja, sekarang tidak [sakit] lagi, sentuh baru sakit,” kata
Liberty Rosina, siswi kelas IV SDN Ekafalo.
Tiga hari setelah vaksinasi tepatnya Jumat (11/3), JW menjumpai salah
satu orang tua murid. Yasintha Sni, warga Dusun 3 Desa Oenbit mengatakan ada
perubahan drastis setelah anaknya Maria Stefania Bimolo divaksinasi. Sebelumnya
setiap kali makan Stefania harus dibujuk, selain itu ia sulit tidur (istirahat)
siang.
“Habis vaksin, porsi makannya bertambah. Baru habis makan, duduk
sebentar, makan lagi. Dia sering mengantuk, padahal selama ini tidak pernah
tidur siang. Baik juga, dia akhirnya bisa tidur siang,” kata Yasintha.
Ia mengakui, anaknya yang kini duduk di bangku kelas V SDN Ekafalo ini tidak mengeluhkan adanya efek samping yang terbilang berat. “Dia tidak mengeluh sakit, paling di bekas suntik saja, itu pun kalau disentuh.”
Para orang tua mengapresiasi langkah pemerintah melalui dinas kesehatan
yang memberikan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak sekolah. “Sebagai orang tua,
kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam kegiatan vaksinasi bagi anak-anak.
Apalagi masa pandemi saat ini, kami merasa sangat terbantu karena kegiatan ini
berlangsung di sekolah,” kata Dionisia Ukat, salah satu orang tua murid.
Dionisia optimis, dengan adanya vaksinasi bagi siswa-siswi SD
pembelajaran di sekolah kembali normal. “Kalau semua siswa sudah mendapat
vaksinasi Covid-19, ke depan mungkin kegiatan belajar mengajar sudah bisa
berjalan normal.”
Namun demikian, Dionisia bersedih karena dua anaknya belum mendapat
kesempatan untuk divaksinasi. “Kedua anak saya belum bisa dapat vaksin karena
gangguan kesehatan. Mikhael A. Hale, anak saya yang masih kelas III SD sampai
menangis karena belum bisa vaksin. Padahal dia sudah siap dan senang sekali
sejak adanya pengumuman dari para guru.”
Ia berharap, pada kesempatan berikut kedua anaknya sudah bisa
divaksinasi Covid-19. “Mudah-mudah ke depan, kedua anak kami sudah bisa
mendapat vaksinasi Covid-19.”
0 Response to "Vaksinasi Covid-19 Bagi Siswa SD, Orang Tua: Anak Berubah, Kami Terbantu"
Posting Komentar